Peringatan Isra Mi’raj memperingati perjalanan spiritual luar biasa Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) lalu naik ke langit ketujuh (Mi’raj) dalam satu malam untuk menerima perintah shalat lima waktu, menjadi pengingat penting memperkuat iman, takwa, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan serta ketaatan kepada Allah SWT. Peristiwa ini menjadi momentum refleksi, mempererat persaudaraan, serta meneladani keteguhan Nabi dalam menghadapi cobaan, dengan hikmah utama adalah kewajiban shalat sebagai pengingat Tuhan di tengah kesibukan.
Makna Peringatan Isra Mi’raj
- Penguatan Iman & Takwa: Mengingatkan umat Islam untuk meningkatkan keyakinan dan ketaatan kepada Allah SWT.
- Pentingnya Shalat: Momen turunnya perintah shalat 5 waktu, menegaskan shalat sebagai ibadah utama dan pengingat Tuhan.
- Keteladanan: Meneladani perjalanan spiritual, keikhlasan, keteguhan, dan kesabaran Nabi Muhammad SAW.
- Penghibur dan Pemberi Harapan: Mengajarkan bahwa di balik kesulitan ada pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT.
- Refleksi Akhlak: Menjadi cermin untuk memperbaiki akhlak, menjauhi fitnah, ghibah, dan hal-hal duniawi yang melalaikan.
Isi Perjalanan Isra Mi’raj
- Isra (Perjalanan Malam): Dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) menggunakan kendaraan Buraq.
- Mi’raj (Kenaikan): Dari Masjidil Aqsa naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (langit ketujuh), bertemu nabi-nabi terdahulu di setiap tingkatan langit.
- Penerimaan Wahyu: Menerima perintah shalat 5 waktu langsung dari Allah SWT.

Post Views: 86
